Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi
atau Maulud saja , adalah
peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya
jatuh pada setiap tanggal 12
Rabiul
Awal{Rabiul awal adalah bulan ketiga dalam
penanggalan hijriyah}dalam penanggalan Hijriyah{Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim
al-hijri), adalah kalender
yang digunakan oleh umat Islam,
termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau
hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena
pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada
tahun 622 M. Di beberapa
negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan
sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran
bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang
menggunakan peredaran Matahari.}
Kata maulid atau
milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir.
Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh
setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi,
peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi
Muhammad.
Perayaan di Indonesia
Festival Garebeg
merayakan Maulid di Yogyakarta Masyarakat Muslim di Indonesia
umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan
seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan
pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal
disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan
perayaan dan permainan gamelan Sekaten.